Tidak hanya getol dalam urusan satgas jaga medis, melakukan pertolongan pertama pada orang sakit, dan menjadi sumber informan mengenai donor darah – setidaknya itu pandangan umum tentang kami di lingkup mahasiswa. Kami juga getol dalam mengurus tata administrasi organisasi beserta instrumen hukumnya. Bagi kami, dalam Mukerta yang terpenting bukan hanya siapa ketua terpilih dan penyampaian LPJ (laporan pertanggungjawaban). Namun kami juga memperhatikan instrumen hukum atau alat yang menjadi landasan kami dalam menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Instrumen hukum itu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi untuk periode-periode selanjutnya, biasanya ada penambahan atau penghapusan redaksi dalam instrumen hukum tersebut. Walaupun ada perubahan, diusahakan tidak mengubah relevansinya pada tujuan organisasi. Itu mengapa dalam Mukerta harus melibatkan semua unsur seperti pembina, anggota muda, pengurus, dewan kehormatan, dan Farmasi (alumni). Mukerta diadakan setiap setahun sekali pada akhir periode, acara tersebut sangat sentimental dan terkesan sakral bagi para pengurus karena mereka akan melaporkan perwujudan program kerja yang dijanjikan pada awal periode kepengurusan. Mukerta VIII ini merupakan Mukerta terakhir yang diselenggarakan – terhitung sejak tulisan ini dibuat, tepatnya pada tanggal 14-15 Desember 2019 di Doro, Kabupaten Pekalongan. Musyawarah itu dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra selaku Presidium I didampingi oleh Devi Pratama Putri selaku Presidium II dan Wiwit Irvanto selaku Presidium III. Acara tersebut dipanitiai oleh para anggota baru yang baru saja resmi (mengikuti Diklatsar) 3 minggu sebelumnya. Ujung dari rangkaian musyawarah yang diselenggarakan yaitu pemilihan ketua KSR PMI Unit IAIN Pekalongan tahun 2020. Bakal calon ketua berasal dari anggota Diklatsar angkatan VI, setelah disortir dari berbagai macam persyaratan untuk calon ketua akhirnya diadakan pemilihan. Proses pemilihan ketua dilakukan dengan sistem demokrasi yaitu setiap peserta Mukerta memiliki hak suara untuk memilih nama calon ketua. Akhirnya terpilihlah Adi Prasetyo sebagai mandataris ketua KSR Unit IAIN Pekalongan tahun 2020. Setelah itu pemegang tampuk kepemimpinan untuk menjalankan estafet kepengurusan selama tahun 2020 adalah Adi Prasetyo bersama pengurus yang terdiri dari anggota Diklatsar VI, Diklatsar VII, dan Diklatsar VIII.