Kegiatan ini sangat penting bagi relawan untuk mengetahui beberapa hal mengenai penanganan luka, merawat korban ataupun menenangkan korban. Dimana rangkaian dalam kegiatan ini sangat mendukung untuk pengayaan pengetahuan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan generasi yang terampil, cerdas dan berwawasan berlandaskan prinsip kemanusiaan.
Dihari pertama mereka belajar mengenai Pertolongan Pertama, ASB (Ayo Siaga Bencana), Pertolongan Keluarga, dan juga belajar mengenai Gender. Di hari pertama mereka baru mengenal dasar-dasar dari materi yang telah disebutkan tadi. Pada pertolongan pertama belajar anatomi tubuh, bantuan hidup dasar apa saja yang dibutuhkan ketiga terjadi bencana, pengetahuan mengenai syok dan penanganannya. Pada ASB mereka sebelumnya sudah melakukan simulasi bencana pada saat Diklat ruang maupun lapangan, kali ini mereka diberi pengetahuan lebih mendalam lagi seperti pengembangan dasar bencana, bagaimana membangun posko shelter dan kriterianya, serta bagaimana assessment yang tepat. Untuk PK di hari pertama baru diberi pengetahuan mengenai gejala-gejala penyakit yang biasa terjadi dilingkungan sekitar seperti demam, typus, asma dan hipotermia. Dan di akhir hari pertama mereka ditutup dengan mengetahui pentingnya kesetaraan gender. Karena dalam prinsip kepalang merah an tidak boleh membeda-bedakan perlakuan terhadap korban. Laki-laki ataupun perempuan sama saja.
Dilanjutkan pada hari kedua, masih dengan semangat yang lebih daripada hari pertama. Mereka belajar disertai praktek pada materi Pertolongan Pertama dan Perawatan Keluarga. Mereka para anggota muda sangat antusias menyimak materi dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Tentunya para pemateri telah berusaha membuat suasana belajar para relawan muda menyenangkan, dengan cara diselingi ice breaking, tepukan semangat dan juga permainan untuk menghilangkan kebosanan menatap layar proyektor. Di Hari terakhir rangkaian acara PLD mereka praktik menangani korban patah tulang dengan posisi mereka sebagai pelaku pertolongan pertama, Mereka tidak hanya fokus pada penanganan luka korban tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah belajar bagaimana sikap pelaku PP saat menangani korban, bagaimana sopan santun, bagaimana menjalin komunikasi sehingga korban merasa aman dan percaya terhadap pertolongan kita. Yang kedua Mereka diajarkan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan mereka kedepannya yaitu mengganti sprei pada orang sakit dan juga membantu orang sakit BAB/BAK. Ilmu ini berguna ketika salah satu dari anggota keluarga mereka ada yang jatuh sakit parah seperti patah tulang yang menyebabkan tidak bisa berdiri, sakit stroke, atau seperti lumpuh. Mereka dapat membantunya secara sukarela dan sesuai prosedur keamanan.
Usai sudah rangkaian acara Planning Learning Device (PLD) dilaksanakan dengan lancar meskipun ada sedikit kendala, tetapi dengan koordinasi dan kerjasama yang baik antar anggota UKK KSR UNIT UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN semua kendala tersebut telah teratasi dengan baik.
#KSRPMIUnitUINKHAbdurrahmanWahidPekalongan #ksr #pmi #ksrpmi #pmijawatengah #ksrpertijawatengah #ksrpertiindonesia #pmiindonesia #pmr #salamkemanusiaan #ksrjaya #pekalongan #KSRPMIUnitUINKHAbdurrahmanWahidPekalongan #2022 #peduli #pmikabpekalongan #pmikotapekalongan #uingusdurpekalongan
----------------------------------------
Akun medsos KSR PMI Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Ig: @ksrpmiunituingusdurpkl
Fb: KSR PMI Unit UIN Gus Dur Pekalongan
Youtube: KSR PMI Unit UIN Gus Dur Pekalongan
Tiktok: ksrpmiuinuingusdurpkl
Twitter: ksrpmiuingusdur
Website : ksr-pmi.iainpekalongan.ac.id
Info donor : @offc.doras
Akun bisnis KSR PMI Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Ig shop: @ksrmerch
Ig shop: @atributpmi
-----------------------------------
-----------------------------------
KSR PMI Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan 2023