• Banner 2026
  • Banner2 2026
  • Banner3 2026
  • Banner4 2026
  • Banner5 2026

UKK KSR PMI Unit IAIN Pekalongan menjadi Presenter International

03 September 2021

UKK KSR PMI Unit IAIN Pekalongan – Menjadi seorang penulis dan pengisi makalah adalah sebuah capaian yang membanggakan bagi mahasiswa. Hal tersebut sedang dirasakan oleh Dina Nur Amila Balbisi dan Dewi Sekar Arum anggota UKK KSR PMI Unit IAIN Pekalongan.

Dina dan Dewi, sapaan karibnya, berhasil menjadi Presenter International “The 1st Sunan Ampel Internasional Conference of Political and Social Sciences (SAICoPSS) yang diselenggarakan UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara yang berlangsung pada 11-12 Agustus 2021 melalui media live zoom meeting dan YouTube. Acara tersebut juga diisi oleh beberapa keynote speaker dari beberapa dosen perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu pembahasan dari acara tersebut bertemakan “Internet and Social Media During Pandemic” dalam tema tersebut Dina dan Dewi mempresentasikan paper dengan mengangkat judul virtual learning education: Knowing Enhancement Effort for Disaster Emergency Response in Covid-19 Pandemic. Ia mengangkat judul tersebut karena pentingnya internet dan media sosial sangat dibutuhkan pada saat pandemi covid 19 termasuk juga dalam meningkatkan kesadaran tangggap darurat bencana pada masa pandemi covid 19.

Baca juga: Karya Book Chapter UKK KSR PMI Unit IAIN Pekalongan

Baca juga: Karya Life Hack PP UKK KSR PMI Unit IAIN Pekalongan

Edukasi secara daring merupakan terobosan yang terbilang baru untuk masyarakat awam di Indonesia, khususnya para pelajar dan mahasiswa. Melakukan edukasi secara daring memiliki kelebihan seperti; bisa menghenmat waktu, melakukan dari rumah, dan irit uang transport ke acara tersebut. Namun selain memiliki kelebihan, edukasi secara daring juga memiliki kekurangannya tersendiri, seperti; pemakaian kuota internet yang tidak sedikit, sinyal yang kurang stabil di daerah-daerah tertentu, dan mata yang menjadi cepat lelah karena melihat layar komputer atau hp terlalu lama.

Melihat pada data bahwa Indonesia belum selesai menghadapi perang pandemi Covid19, maka peran media sosial sekarang begitu dibutuhkan dan menjadi kepentingan untuk melaksanakan berbagai macam edukasi, salah satunya yaitu tanggap darurat bencana. Melalui media, kita dapat melakukan beberapa edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan akan pemahaman pentingnya sadar bencana dan juga tanggap darurat bencana.

Melalui pemaparan penulis, dapat kita amati titik temu benang merah sebenarnya yaitu terletak pada minimnya pengetahuan tanggap darurat bencana. Selain itu juga perang pandemi yang masih terjadi menyebabkan peralihan akses sosialisasi tanggap darurat bencana yang semula offline menjadi online. Virtual learning education hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan tersebut.

Baca juga: MANAJEMEN ORGANISASI KAMPUS DI ERA PANDEMI COVID-19 (Studi pada UKK KSR-PMI Unit IAIN Pekalongan)

Pengumuman

Kegiatan

  • DIKLATSAR 2012 (PERTAMA)
    • Kamis, 19 Oktober 2017

    Seiring perkembangan ilmu dan teknologi di dunia ini, segala macam bentuk bencana baik alam maupun karena ulah dari tangan manusia itu sendiri, selalu memberikan dampak kerugian materi maupun imateri, diperparah…

  • DIKLATSAR 2013 (KEDUA)
    • Kamis, 19 Oktober 2017

    “Berbekal Tujuh Prinsip Menuju Relawan Sejati yang Responsif” Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, segala macam bentuk bencana baik yang disebabkan karena faktor alam maupun karena ulah tangan manusia selalu…

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree