Gambar 1. Praktik Fire Rescue and Training 2024
Pelatihan ini diikuti kurang lebih 69 peserta dengan menggundang pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan sebagai pemateri.
Pelatihan ini diadakan melalui program kerja divisi Litbang SDM (Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Menurut Nur Avihani selaku koordinator divisi Litbang SDM, Fire and Rescue Training merupakan program kerja yang berbentuk seminar dan simulasi pemadaman kebakaran untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan relawan muda maupun masyarakat awam dalam menangani kebakaran. Damkar dipilih sebagai pemateri karena mempertimbangkan pengetahuan dan skill relawan muda dan masyarakat awam yang masih minim dalam menangani kebakaran di sekitar. Sehingga diharapkan dengan adanya Fire and Rescue Training dapat meningkatkan sekaligus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal penanganan kebakaran.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan memberikan materi yang disampaikan oleh Bapak Muhtasor, selaku Damkar Kab. Pekalongan. Materi ini menyampaikan mengenai apa itu kebakaran, faktor apa saja yang menyebabkan kebakaran, dan bagaimana cara menangani kebakaran. Setelah sesi penyampaian materi selesai, terdapat sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh Bapak Muhtasor sebagai pemateri.
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik lapangan oleh 3 petugas dari Damkar Kab. Pekalongan. Praktik yang dilakukan yaitu mengenai cara mengatasi kebocoran tabung gas, memadamkan api akibat kebocoran tabung gas, memadamkan api akibat minyak goreng yang terbakar, memadamkan api akibat terbakarnya solar dengan karung goni, memadamkan api akibat terbakarnya solar dengan (APAR), dan praktik terakhir yaitu memadamkan kebakaran dari kayu dan ban bekas menggunakan selang yang terhubung dengan mobil damkar.
Gambar 2. Peserta praktik memadamkan api dengan arahan Damkar
Praktik pemadaman kebakaran ini juga melibatkan peserta untuk mencoba melakukan pemadaman yang tentunya didampingi oleh petugas damkar.
"Seru dan menarik, terus jadi bisa mengetahui tentang cara memadamkan gitu, sama bisa nambah kenalan juga. Pelatihan ini penting sih, karena kalau darurat misal di rumah kebakaran itu jadi tau", ujar Febiana Wulan Sari selaku peserta dari SMK Kedungwuni. Menurutnya, saat praktik adalah yang paling berkesan dari kegiatan ini.
Mohammad Mieftha Ismail, selaku panitia yang juga ikut serta dalam praktik pemadaman kebakaran menyatakan pengalamannya mengikuti praktek pemadaman kebakaran. "Tadi diajarin memadamkan api dengan air. Kemudian memadamkan api tidak harus menggunakan air, semisal di daerah kekeringan kita cukup menggunakan handuk atau sejenisnya", ujarnya.
Kegiatan ini berjalan dengan lancer. Khansa Maulana, selaku ketua OC kegiatan Fire Rescue and Training berharap bahwa setelah diadakannya kegiatan ini akan ada banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya penanggulangan bencana kebakaran, hati-hati dengan api, dan cara memadamkan kebakaran ringan.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
Gambar 3. Foto bersama peserta, panitia, dan Damkar Kab. Pekalongan
Pawarta: Nafilatul Khusna