Kegiatan diawali dengan registrasi panitia dan persiapan acara yang dilanjutkan dengan briefing untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan susunan acara. Setelah itu dilakukan registrasi peserta dan tamu undangan.

Acara resmi dibuka dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan Berbagai Ketua Pelaksana, Pembina. Setelah Perayaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian acara diberikan kelancaran dan keberkahan.

Memasuki sesi inti, seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound yang dikemas dalam berbagai permainan kelompok untuk melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta mempererat hubungan antaranggota. Selanjutnya peserta mengikuti kegiatan bakar-bakar bersama sebagai bentuk kebersamaan dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.
“Family Gathering saat ini benar-benar menyenangkan, tapi menyenangkannya lagi jika bakar-bakarnya dekat sungai sambil bermain air. Yang mendokumentasikan adalah karena waktunya terbatas jadi tidak ada sesi khusus untuk sarasehan seluruh keluarga besar. Padahal dari sie acara sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk sesi sarasehan. Hanya mengakhiri saja, tapi tidak apa-apa karena soal tetap terjawab kok sambil berkeliling” ucap koordinator sie acara Ita Indriyani.

Memang benar sesi khusus sarasehan tidak terlaksana dengan baik sesuai rencana awal, namun masih tetap terlaksana dan pertanyaan yang dibuat sie acara masih bisa terjawab. Tidak hanya itu sebelum sesi dokumentasi para peserta baik anggota, pembina, ataupun alumni diarahakan untuk menulis sebuah kata-kata untuk KSR UIN Gusdur di memory wall.
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan. Secara umum seluruh rangkaian Family Gathering berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan komunikasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai anggota UKK KSR PMI Unit UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Akhir kata dari Steering Commite Laila NurMaghfiroh mengatakan “Kegiatan Family Gathering ada karena bertujua supaya tidak ada pembatas antara angkatan atas, tengah, ataupun bawah. Baik antara pengurus ataupun bukan. Pembatas yang dimaksud adalah agar kita bisa saling menghargai dan tidak ada kata senioritas dalam kamus KSR. Kemudian harapannya setelah kegiatan ini selesai jikapun ada proses maupun perbedaan di setiap angkatan itu bukanlah hal yang jelek, ataupun termasuk setiap pembanding. bagaimanapun juga setiap rangkaian pastilah memiliki dan asal masing-masing”.
Pawarta : Legita Pramesti