MUKERTA dilakukan dengan tujuan untuk membahas AD/ART dan GBHO dengan penyuntingan draf dalam forum yang dipimpin oleh presidium tetap pada hari pertama. Dalam MUKERTA juga menjadi wadah bagi seluruh anggota untuk melakukan pemilihan ketua umum periode 2025 yang dilakukan pada hari kedua.
Dalam sambutannya, Bapak Syarif Hidayatullah, AMK, selaku pembina menyampaikan bahwa “Berani berubah itu sebuah keharusan, karena satu-satunya yang tidak akan pernah berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Jadi jangan takut akan perubahan, salah satunya melalui MUKERTA inilah kita bisa sama-sama mengoreksi, mengevaluasi, menyampaikan ide untuk mencapai perubahan yang lebih baik.”
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota menyimak dengan saksama dan aktif berpendapat dalam musyawarah pembahasan AD/ART dan GBHO. Keesokan harinya, seluruh calon komandan yang berasal dari anggota tengah yang sudah menjabat selama 2 periode memaparkan visi dan misi apabila terpilih menjadi komandan.
Ketua presidium, M. Najmuddin, menetapkan bahwa berdasarkan hasil voting yang telah dilakukan, komandan periode berikutnya adalah Saudari Karomatul Maryamah dengan memperoleh 37 suara. Adapun Saudara M. Rizka Alfani yang mendapatkan suara terbanyak kedua yaitu 22 suara.
Seluruh peserta MUKERTA yang terdiri atas anggota aktif, tamu undangan yaitu Dewan Kehormatan (DKH) dan Forum Alumni Relawan Mahasiswa (FARMASI), serta Bapak Syarif Hidayatullah, AMK selaku pembina mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan tertib.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian reward untuk para anggota yang terpilih, yaitu Nur Avihani sebagai anggota berprestasi, Ismatul Khasanah sebagai anggota tergiat, dan Yolanda Azzahra sebagai relawan terfavorit. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan mushafahah (bersalam-salaman) dan foto bersama.
Pawarta, Nur Avihani