Karomatul Maryamah selaku Ketua Umum mengungkapkan bahwa tes pradiklat merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam menerapkan materi yang telah disampaikan selama latihan rutin. Selain itu, tes ini juga bertujuan untuk menjaring calon anggota baru yang memenuhi kriteria UKK KSR PMI.
Dalam kegiatan Tes Pradiklat ini terdapat empat jenis tes yang diujikan, yaitu tes fisik, tes tertulis, tes pertolongan pertama, dan tes wawancara. Tes fisik meliputi lari, push-up, dan squat jump. Tes ini bertujuan menilai kemampuan calon relawan dalam aspek kekuatan serta ketahanan fisik, sehingga diharapkan para calon relawan memiliki kondisi jasmani yang prima dan mampu menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan dengan baik di lapangan.

Tes tertulis dilaksanakan untuk mengukur pemahaman calon relawan terhadap materi kepalangmerahan yang telah disampaikan oleh fasilitator selama latihan rutin. Soal diberikan dalam bentuk pilihan ganda dan isian singkat. “Pada saat tes tertulis sebenarnya soalnya mudah, namun bentuknya menjebak, jadi harus teliti dalam mengerjakannya,” ungkap Fairuz, salah satu peserta.

Tes pertolongan pertama dilaksanakan dengan simulasi kasus patah tulang terbuka, sesuai dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai sejauh mana calon relawan memahami dan mampu mempraktikkan penanganan pertolongan pertama sesuai dengan prosedur yang diajarkan oleh fasilitator. “Tes pradiklat kemarin sangat asyik! Materinya sesuai dengan latihan rutin. Kalau mereka mengikuti dan memahami materi saat latihan, pasti bisa mengerjakannya dengan mudah,” ungkap Kazuo Azizi.

Tes wawancara dilakukan untuk mengetahui komitmen dan motivasi calon relawan dalam bergabung di UKK KSR PMI. Melalui tahap ini, panitia dapat menilai kesungguhan, tanggung jawab, serta kesiapan calon relawan untuk berkontribusi aktif di organisasi.

Kegiatan Tes Pradiklat ini berjalan dengan lancar dan turut dihadiri oleh para alumni UKK KSR PMI sebagai penguji dalam tes pertolongan pertama dan wawancara.
Kegiatan ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satunya Widya, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah, mengungkapkan, “Kegiatan kemarin asyik banget, seru, dan banyak hal baru yang bisa dipelajari.”
Meskipun demikian, kegiatan ini sempat menghadapi hambatan karena jumlah peserta yang hadir belum mencapai target. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kegiatan lain dari UKM berbeda yang diadakan pada hari yang sama.
Sebagai tindak lanjut, panitia akan mengadakan tes pradiklat susulan bagi calon relawan yang belum bisa hadir pada hari H. “Bagi calon anggota baru yang belum hadir akan ada susulan tes pradiklat selama kurang lebih satu minggu sejak berakhirnya kegiatan,” ungkap Andika Lutfiant Frizzy, selaku OC rangkaian Diklatsar XIV.
Kegiatan Tes Pradiklat berakhir sekitar pukul 12.00 siang dan ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan berakhirnya kegiatan ini, UKK KSR PMI Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat menjaring calon relawan yang berkualitas serta memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi. “Melalui Tes Pradiklat ini, kami tidak hanya menilai kemampuan, tetapi juga menanamkan semangat kemanusiaan. Harapannya, calon anggota yang lolos nantinya mampu menjadi relawan tangguh, siap berkarya, sigap beraksi, dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Najwa Shofwatul Maula, selaku SC rangkaian Diklatsar XIV.
Dengan terselenggaranya Tes Pradiklat ini, UKK KSR PMI Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan pada rangkaian berikutnya agar tujuan utama DIKLATSAR dapat tercapai dengan lebih baik.
Paawarta : Ismatul Khasanah